Minggu, 12 Juli 2009

.. BELAJAR BAHASA JEPANG ..

I. Cara Pengucapan

Cara pengucapan dalam Bahasa Jepang pada umumnya sam seperti pengucapan dalam Bahasa Indonesia. Namun perbedaannya adalah dalam pengucapan bunyi.Apabila dalam pengucapan Bahasa Indonesia panjang pendek bunyi dalam sebuah kata memiliki arti yang sama, dalam Bahasa Jepang akan berbeda arti. Biasanya dalam beberapa buku apabila pengucapan huruf berbunyi panjang akan diberi tanda: â, û, dan ô dan penulisan huruf i apabila berbunyi panjang akan ditulis rangkap ii dan bunyi e panjang ditulis ei.

Mihon [E.g - Contoh] :

- obasan [bibi] obâsan [nenek]

- hodô [tanah] hôdô [berita]

N.B : dalam kata desu dan arimasu, huruf -u tidak diucapkan menjadi =>>> desu : des., arimasu : arimas.

Ada beberapa kata yang memiliki dua huruf hidup yang bersebelahan.,maka dibaca secara terpisah. Contoh:

# au menjadi a-u. Mihon : ubau [merampok/mermpas] >>> u-ba-u

# oi menjadi o-i. Mihon : hiroi [Luas/Lebar] >>> hi-ro-i

# ai menjadi a-i. Mihon : sekai [dunia] >>> se-ka-i

# ê menjadi e-i. Mihon : dansei [Laki-Laki] >>> dan-se-i


Kalau dalam Bahasa Indonesia semua huruf latin ada, maka dalam Bahasa Jepang ada beberapa huruf mati yang tidak terdapat dalam Bahasa Jepang, yaitu : L, X,dan V. Dan dalam pengucapan huruf mati terdapat beberapa aturan dalam pengucapannya. Yaitu :

g : apabila terletak di awal kata maka cara membacanya seperti pada Bahasa Indonesia, tapi apabila terdapat di tengah atau akhir kata, maka diucapkan seperti dalam kata ring dalam Bahasa Inggris. Mihon : nagai [panjang] >>> na-nga-i

n : sama seperti huruf g, pada awal kata dibaca seperti no dalam Bahasa Inggris dan diucapkan ng apabila di akhir suku kata. Mihon : Nippon [Jepang] Nippong

r : pengucapannya menggunakan tekhnik lidah antara r dan l tetapi lidah tidak menyentuh mulut.

s : pengucapannya sama seperti Bahasa Indonesia, tetapi terkadang diucapkan dengan keras.

w : pengucapannya sama seperti Bahasa Indonesia, tetapi bibir tidak dibulatkan.

II. Tata Bahasa

* Setelah subjek kalimat harus menambhkan partikel wa. Mihon : watashi wa [saya]

* Apabila dalam kalimat tidak terdapat kata kerja maka tambahkan kat desu untuk kalimat positif, dan dewa arimasen untuk kalimat negatif. Mihon : watashi wa gakusei desu [saya pelajar]

*Apabila kalimat tersebut kalimat tanya, maka tambahkan kata bantu tanya ka pada akhir kalimat. Mihon : ikaga desu ka? [apa kabar?]


III. Ucapan

A. Salam atau Sapaan

Salam atau sapaan biasanya dipakai apabila bertemu seseorang.

Ohayô gozaimasu : Selamat pagi

Konnichiwa : Selamat siang/sore

Konbanwa : Selamat malam

Oyasuminasai : Selamat malam/tidur

Moshimoshi! : Halo!

Ikaga desu ka? : Apa kabar?

Goryôshin ni yoroshiku : Sampaikan salam kepada orang tua anda

B. Selamat

o Tanjôbi omedetô gozaimasu : selamat ulang tahun.

o Kurisumasu omedetô gozaimasu : Selamat Natal

o Shinnen omedetô gozaimasu : Selamat Tahun Baru

o Kekkon-shiki omedetô gozaimasu : Selamat Menempuh Hidup Baru

N.B : kata gozaimasu digunakan untuk memperhalus/sopan kalimat.

C. Terima Kasih

+ Arigatô gozaimasu : Terima Kasih

+ Dômo arigatô gozaimashita : Terima Kasih Banyak

+ Dô itashimasite : Terima Kasih Kembali

+ Osewa sama deshita : Terima kasih atas pertolongan anda

+ Gokuro sama deshita : Terima kasih atas jerih payah anda

D.Maaf atau Penyesalan

# Shitsurei shimasu : Maafkan saya

# Gomen nasai : Maafkan saya

# Osoku natte sumimasen : Maafkan saya datang terlambat

E. Perpisahan

* Sayônara : Selamat tinggal

* Mata ashita : Sampai jumpa besok

* Mata ome ni kakarimasu : Sampai bertemu lagi

* Dewa mata nochi hodo : Sampai bertemu lagi

MiNE